Data Curah Hujan Surabaya 10 Tahun Terakhir · Simple

Berdasarkan siklus dekade terakhir dan sinyal dari ENSO (El Nino Southern Oscillation) serta IOD (Indian Ocean Dipole):

Berikut adalah cerita fiksi berdasarkan tema "data curah hujan Surabaya 10 tahun terakhir":

Artikel ini menyajikan analisis komprehensif tren curah hujan di Kota Pahlawan selama dekade terakhir (2016–2026), pola musim, dampak perubahan iklim, serta aplikasi praktis data tersebut. data curah hujan surabaya 10 tahun terakhir

Sering mencatat nilai tertinggi pada bulan Februari (misalnya 487,1 mm pada tahun 2023).

Meskipun hari hujan berkurang, intensitas hujan ekstrem harian menunjukkan tren peningkatan. Data menunjukkan hujan ekstrem satu hari (RX1day) di Surabaya sering berkisar antara 80–130 mm . Berdasarkan siklus dekade terakhir dan sinyal dari ENSO

Dari data 10 tahun terakhir, terlihat siklus :

Berbanding terbalik dengan fase basah, juga mencatat fase kritis akibat El Nino. Data menunjukkan hujan ekstrem satu hari (RX1day) di

Dengan memahami data ini, Anda bisa merencanakan aktivitas, membangun infrastruktur yang tangguh, dan hidup lebih harmonis dengan alam di Kota Surabaya.

Untuk mendapatkan secara lengkap dan akurat:

Data curah hujan dalam 10 tahun terakhir (2016–2026) menunjukkan karakteristik musim yang sangat kontras dengan pergeseran pola pada beberapa tahun tertentu. Berikut adalah ringkasan fitur dan data utama berdasarkan catatan statistik BPS Kota Surabaya 1. Pola Musiman & Puncak Hujan Puncak Hujan : Secara konsisten terjadi antara Januari hingga Februari

Data stasiun hujan otomatis (AWS) di berbagai kecamatan menunjukkan perbedaan signifikan: