Krrish Dubbing Indonesia ((better)) -
Between 2000-2015, Indonesian free-to-air television faced a content vacuum. The post-Suharto reformasi era saw deregulation, leading to fierce competition for cheap, high-volume content. Indian films were 60-70% cheaper to license than Hollywood blockbusters. Dubbing them into Bahasa Indonesia was a cost-effective strategy (approx. $15,000-$25,000 per film) that produced higher ratings than subtitled versions.
A journalist (played by Priyanka Chopra) who becomes Krishna’s love interest and unknowingly draws him into the spotlight.
Manakah yang lebih baik? Berikut perbandingan cepat: krrish dubbing indonesia
Selain itu, ada keluhan tentang perubahan nama tempat atau istilah. Misalnya, "Singapore" dalam versi dubbing sering disebut "Singapura" dengan aksen Indonesia banget, sementara dalam versi Hindi disebut dengan logat India.
Krrish was a perfect asset because:
Category:Indonesian-language film dubs - The Dubbing Database
Dampaknya luar biasa:
Namun, kritik ini hanya berasal dari segelintir penggemar. Mayoritas penonton kasual justru merasa versi dubbing lebih "tanah air" dan menghangatkan.