Filosofi inilah yang membuat film ini sangat kuat. Taste of Cherry bukanlah film pro-bunuh diri, melainkan film yang berani berkata, "Saya tahu pahitnya hidup, tapi tahanlah sebentar."
Mr. Badii telah memutuskan untuk bunuh diri. Ia sudah menggali lubangnya sendiri di sebuah bukit. Satu-satunya masalah adalah ia butuh seseorang untuk memastikan ia benar-benar mati—dengan melemparkan tanah ke tubuhnya keesokan harinya—dan mengambil upah yang telah ia sediakan. Taste Of Cherry Sub Indo
Pria tua itu bercerita: Dahulu ia juga ingin bunuh diri. Ia membawa tali ke pohon ceri. Saat akan melompat, tangannya menyentuh buah ceri yang lunak. Ia memetik dan memakannya. Rasanya manis, segar, dan hidup. Satu buah ceri mengubah segalanya. Filosofi inilah yang membuat film ini sangat kuat
The story follows Mr. Badii, a middle-aged man driving his Range Rover through the dusty outskirts of Tehran. His mission is unsettling: he has already dug a grave and is searching for someone to help him complete his suicide. He doesn't want someone to kill him, but rather someone to come to his grave the next morning; if he is still alive, they must help him out, and if he is dead, they must bury him. Ia sudah menggali lubangnya sendiri di sebuah bukit
Rasa ceri adalah metafora untuk "rasa hidup". Saat depresi, kita tidak bisa merasakan apapun. Namun, jika kita bertahan satu menit lebih lama, menjangkau hal kecil—seperti buah ceri, sinar matahari, atau senyuman orang asing—kita akan teringat bahwa hidup tidak sepenuhnya buruk.