: Menggunakan kacamata biologi evolusi untuk menjelaskan asal-usul kehidupan dan moralitas tanpa perlu melibatkan pencipta.
Anda tidak sendirian. Ribuan orang di Indonesia setiap bulan mengetik kata kunci ini ke mesin pencari. Mereka ingin membaca salah satu buku paling kontroversial di abad ke-21, The God Delusion karya Richard Dawkins, dalam bahasa ibu mereka.
: Platform ini juga memiliki dokumen terkait kritik dan ringkasan argumen ilmiah dalam buku The God Delusion . Ringkasan Konten Buku Buku The God Delusion membahas beberapa poin utama berikut:
: Meninjau bagaimana agama dapat memicu konflik dan indoktrinasi pada anak-anak.
) yang diterbitkan pada tahun 2006 merupakan salah satu karya paling berpengaruh dari biolog evolusioner Richard Dawkins. Buku ini menjadi manifesto utama gerakan "Ateisme Baru" yang mengusung argumen bahwa kepercayaan pada pencipta supernatural bukan hanya keliru secara ilmiah, tetapi juga merupakan sebuah "delusi"—keyakinan salah yang dipertahankan meskipun ada bukti yang bertentangan secara kuat. Argumen Utama: Hipotesis Tuhan
: Tersedia dokumen PDF yang berisi cuplikan terjemahan bab-bab awal buku ini, seperti "Bab I: Orang Alim Yang Tak Beriman" di platform Academia.edu .
Dawkins memulai dengan mendefinisikan "Hipotesis Tuhan" sebagai gagasan bahwa alam semesta dirancang oleh kecerdasan supernatural yang sadar. Ia menggunakan pendekatan probabilitas ilmiah untuk membantah hal ini. Salah satu poin utamanya adalah "Ultimate Boeing 747 gambit," di mana ia berargumen bahwa perancang yang mampu menciptakan kompleksitas alam semesta haruslah jauh lebih kompleks daripada ciptaannya sendiri. Secara statistik, entitas yang sangat kompleks seperti itu sangat tidak mungkin muncul begitu saja tanpa proses evolusi. Agama, Evolusi, dan Moralitas
Buku ini secara resmi diterjemahkan dan tersedia dalam beberapa format melalui proyek kerja sama internasional: