Filosofi Teras -
He takes the 2,000-year-old wisdom of Marcus Aurelius, Seneca, and Epictetus and translates it into ngopi santai language. He asks the questions we actually ask:
Di era media sosial, pinjaman online, dan politik identitas yang panas, istilah Filosofi Teras muncul sebagai oase di tengah padang pasir kecemasan. Bagi sebagian orang, nama ini terdengar seperti teknik bangunan atau desain interior. Namun, bagi para pencari ketenangan batin, adalah senjata rahasia untuk bertahan hidup. Filosofi Teras
Your thoughts, actions, judgments, and personal effort. He takes the 2,000-year-old wisdom of Marcus Aurelius,
Filosofi Teras mengajarkan bahwa bukan peristiwa itu sendiri yang membuat kita sedih atau marah, melainkan opini kita tentang peristiwa tersebut. Seperti kata Marcus Aurelius, "Pilihlah untuk tidak merasa disakiti, maka kamu tidak akan merasa disakiti." Namun, bagi para pencari ketenangan batin, adalah senjata
Opini orang lain, cuaca, kondisi ekonomi, masa lalu, dan hasil akhir dari sebuah usaha.
Yes, Filosofi Teras is a book about Stoicism. But don’t close the tab yet. This isn't your dusty, boring college textbook about dead white men in togas.
bukanlah mantra ajaib yang membuat Anda kebal masalah. Ini adalah sports psychology untuk jiwa. Anda harus berlatih setiap hari.